Tampilkan postingan dengan label Dunia Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Fakta Tentang Dzikir

Dokter spesialis syaraf dari rumah sakit Satyanegara, Sunter, dr. Arman Yurisaldi Saleh, mengungkapkan, Dzikir mampu Menyehatkan Syaraf.

Hal itu terbukti setelah ia melakukan penelitian terhadap pasien-pasien yang ia tangani. Ternyata pasien yang suka berdzikir mengalami perbaikan lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak suka berzikir. Misalnya, beberapa pasien yang mengalami gangguan syaraf, seperti penderita alzheimer & stroke, akan membaik kondisinya setelah membiasakan dzikir dengan mengucapkan kalimat tauhid “Laa iIlaaha illallah” & kalimat istighfar “Astaghfirullah”.

Menurutnya, setelah ditinjau dari sudut ilmu kedokteran kontemporer, pengucapan”Laa iIlaaha illallah” & “Astaghfirullah” dapat menghilangkan nyeri dan bisa menumbuhkan ketenangan serta kestabilan saraf bagi penderita. Sebab, dalam kedua bacaan dzikir tersebut terdapat huruf JAHR yang dapat mengeluarkan CO2 dari otak.

Arman menemukan dalam kalimat “Laa iIlaaha illallah” terdapat huruf Jahr yang diulang tujuh kali, yaitu huruf “Lam”, dan “Astaghfirullah” terdapat huruf “Ghayn”, “Ra”, dan dua buah “Lam” sehingga ada empat huruf Jahr yang harus dilafalkan keras sehingga kalimat dzikir tersebut akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara dihembuskan keluar mulut.

Dan CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh tidak mempengaruhi perubahan diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila proses pengeluaran CO2 kacau, maka CO2 yang ke luar juga kacau sehingga menyebabkan pembuluh darah di otak akan melebar berlebihan ketika kadar CO2 di dalam otak menurun.

Sehingga, ungkap dr Arman, dilihat dari tinjauan ilmu syaraf, terdapat hubungan yang erat antara pelafalan huruf (Makharij Al-huruf) pada bacaan dzikir dengan aliran darah pernapasan keluar yang mengandung zat CO2 (karbondiokida) dan proses yang rumit di dalam otak pada kondisi fisik atau psikis seseorang. Shobahul khoir, Salamullah ‘alaykum

Jumat, 28 Januari 2011

Membahas Tentang 1001 Hikmah Sholat Subuh

Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]
Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit).
Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.
“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.
“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh lima lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]
Sedangkan bagi wanita - walau shalat di masjid diperbolehkan - shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya. Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada permulaan waktu, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid.
“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?” (QS Huud:81)
Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh. Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia.
“Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad : 7)
“Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa” (QS Al-Hajj:40)
TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :
1.Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
2.Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
3.Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
4.Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
5.Carilah kawan yang baik (shalih)
6.Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal, berwudhu sebelum tidur, miring ke kanan, berdoa)
7.Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
8.Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
9.Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu)
10.Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga
11.Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri.
Disarikan dari :
Buku “MISTERI SHALAT SUBUH”
Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh Bagi Para Pribadi dan Masyarakat
Pengarang : DR. Raghib As-Sirjani
Penerbit : Aqwam
Sumber : http://mudji.net/press/?p=108

Jumat, 21 Januari 2011

2050 Rusia Akan Menjadi Negara Islam

Para pakar yang berkonsentrasi pada wilayah Asia tengah, memprediksikan Rusia akan berubah menjadi negara Islam di sekitar tahun 2050 nanti. Mereka berharap negara seperti Mesir terus merangkul negara-negara persemakmuran Rusia yang berpenduduk muslim yang mencintai serta menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Arab. Dari negara mereka telah lahir para ulama ternama di berbagai bidang ilmu keislaman, seperti Imam Bukhari dan Tirmizi, serta ulama lainnya yang banyak memberikan pengaruh dan kontribusi kepada dunia Islam.



Muhammad Salamah, spesialis Asia Tengah dan negara persemakmuran Rusia dalam seminar di Markas Kebudayaan Abdul Mun’im Al Showi di Kairo dengan tema, “Negeri Imam Bukhari dan Kekayaan yang Terpendam di dalamnya” mengatakan, puluhan pengkaji akademisi di Rusia telah menyimpulkan, berdasarkan perkembangan yang terlihat dari negara-negara muslim pecahan Uni Soviet ini, maka pada tahun 2050 nanti negara Rusia diprediksikan akan menjadi bagian dari negara Islam

Perkembangan itu secara signifikan terjadi di Rusia, dari segi populasi misalnya, jumlah muslim di Rusia kini mencapai 25 juta jiwa, yaitu 20% dari jumlah total penduduk. Para cendikiawan gereja Ortodox yang berada di negeri itu pun dikabarkan merasa khawatir, melihat perkembangan Islam yang begitu pesat, mereka bahkan menyebut Islam sebagai agama yang mengancam esksistensi agama mereka di sana.

Salamah kemudian menambahkan, sejak 20 tahun lalu dirinya terus mengamati perkembangan Islam di Rusia, semenjak muslim di sana berada di bawah pemerintahan yang komunis dan mengalami masa-masa pengekangan, seperti dilarangnya membawa mushaf Al Qur’an, masjid-masjid di tutup, hingga akhirnya sekarang, muslim Rusia telah mendapatkan hak-hak mereka dengan baik. Dan Islam pun kini menjadi agama kedua di negeri itu.

Salamah kemudian bercerita tentang upayanya menyebarkan Islam, ia mendirikan sebuah Universitas Islam di Moskow, dan mengajarkan tentang apa itu agama Islam, termasuk kepada para politisi senior negeri itu, diantaranya adalah Pladimar Putin, Perdana Menteri Rusia sekarang.

Dubes Mesir untuk Tajikistan; sebuah negara muslim pecahan Uni Soviet kemudian menceritakan akan semangatnya nilai keislaman di sana, diantaranya dengan diadakannya perayaan hari kelahiran Imam Abu Hanifah pada tahun 2009 lalu, pemerintah setempat kemudian mengundang para ulama dari berbagai negara anggota OKI yang dipimpin langsung oleh Syeikh Al Azhar, mereka kemudian dijamu langsung oleh Presiden Tajik, Ali Rakhmonov

Bagaimana kita mengendalikan Amarah kita

Mungkin banyak orang tidak bisa mengendalikan amarah mereka,mungkin karena sifat mereka yang egois,mau menang sendiri,dll.
Berikut adalah adab-adab yang harus diperhatikan seorang Muslim berkaitan dengan marah yang disusun oleh Syaikh Sayyid Nada dalam kitab Mausuu’atul Aadaab al Islamiyah.

Pertama, jangan marah, kecuali karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. Misalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela.

Kedua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah. Ia mengingatkan, kemarahan kerap berujung dengan pertikaian dan perselisihan yang berujung pada dosa besar dan memutuskan silaturahim.

Ketiga, ketika marah, ingat keagungan dan kekuasaan Allah. Ketika mengingat kebesaran Allah, maka kemarahan akan bisa diredam.

Keempat, menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Allah menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya yang telah muncul. Allah berfirman, ” … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali Imran {3}:134).

Menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bahri, ketika kemarahan tengah memuncak, hendaknya segera menahan dan meredamnya. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki.” (Riwayat Ahmad).

Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah. Rasulullah bersabda, “Jika seseorang yang marah mengucapkan; ‘A’uudzu billah (aku berlindung kepada Allah, niscaya akan reda kemarahannya.” (Riwayat Ibu ‘Adi dalam al-Kaamil.)

Keenam, diam. Rasulullah bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (Riwayat Ahmad).

Ketujuh, mengubah posisi ketika marah. Beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (Riwayat Ahmad).

Kedelapan, berwudhu atau mandi. Marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. “Maka dari itu, wudhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah,” tuturnya,

Kesembilan, memberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah memuji para hamba-Nya “… dan jika mereka marah mereka memberi maaf.”

Itulah Kesembilan Cara Mengendalikan Amarah, menurut Cara Islam. Semoga Kita Semua termasuk diri saya pribadi bisa mengendalikan Amarah. Amin ya ALLAH.

Kamis, 20 Januari 2011

Makna Kata Allah Dalam Al-qur'an

Mungkin banyak yang tidak tahu tentang makna dari tuhan (Allah, mungkin ini sedikit pemahaman tentang Allah.

Allah adalah nama Tuhan yang unik dalam Islam. Kata Allah dalam bahasa Arab artinya Tuhan Yang Maha Esa, atau hanya Dia yang patut disembuh. Allah menggambarkan tentang Dirinya dengan banyak nama dan atribut di dalam Al-Qur'an; diantaranya adalah: Maha Esa, Maha Kekal, Maha Pemurah dan Penyayang, dll.

Allah Swt. berfirman, "Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (Qur'an: 7: 180).

Ketika orang-orang pagan bertanya kepada Rasulullah meminta untuk digambarkan tentang Tuhannya Rasulullah, Allah kemudian mewahyukan surat Al-Ikhlas, yang berisikan keyakinan inti dari agama Islam yaitu tiada tuhan selain Allah, Allah yang Maha Esa. "Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"." (Qur'an: 11: 1-4).

10 Mitos Tentang Agama Islam

Islam sebagai agama seringkali disalahpahami. Bagi mereka yang tidak familiar dengan Islam sering salah paham tentang ajaran Islam dan pengamalannya. Beberapa salah pengertian itu antara lain katanya umat Islam menyembah Tuhan bulan, katanya Islam menindas kaum wanita atau Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan. Dibawah ini terdapat 10 top mitos tentang Islam dan penjelasan yang benar tentang agama Islam.


1. Orang Islam menyembah Tuhan bulan

Beberapa orang non-Muslim sering salah mempercayai bahwa Allah itu adalah "Tuhannya orang Arab," "Tuhan bulan," atau semacam dewa. Allah adalah nama dari Tuhan yang Maha Esa dalam bahasa Arab. Keyakinan dasar dari tiap orang Islam adalah "Tiada Tuhan selain Allah," Maha Pencipta dan Maha Berdiri Sendiri
-- dikenal dalam bahasa Arab dan oleh umat Islam sebagai Allah.
Umat Kristen di daerah Arab pun menggunakan kata yang sama untuk menyebut nama Tuhan.

2. Orang Islam tidak percaya akan Yesus

Dalam Al-Qur'an, cerita tentang kehidupan dan ajaran yang dibawa oleh Yesus Kristus (disebut dengan Isa dalam bahasa Arab) banyak sekali. Al-Qur'an mengingatkan kembali tentang mukjizat kelahirannya, tentang ajaran yang dibawanya dan tentang mukjizat lainnya yang ia lakukan atas seizin Allah. Bahkan dalam Al-Qur'an ada sebuah surat yang dinamakan dengan nama ibunya, Mary (Miriam/Maryam dalam bahasa Arab). Namun untuk umat Islam Yesus adalah seorang manusia biasa yang diangkat menjadi Nabi dan tidak mungkin menjadi Tuhan.

3. Sebagian besar orang Islam di dunia ini adalah orang Arab

Islam sering diasosiasikan dengan bangsa Arab, padahal bangsa Arab hanya berjumlah 15% dari total populasi Muslim dunia. Negara dengan populasi Muslim terbesar adalah Indonesia. Umat Islam berjumlah 1/5 dari populasi penduduk dunia, dengan komposisi di Asia (69%), Afrika (27%), Eropa (3%) dan sisanya di belahan dunia lainnya.

4. Islam menindas kaum wanita

Sebagian besar perlakuan tidak baik yang diterima oleh kaum wanita di dunia Islam adalah akibat dari budaya dan tradisi lokal tanpa ada sangkut pautnya dengan ajaran Islam. Faktanya, praktik seperti kawin paksa, pelecehan seksual dan membatasi pergerakan wanita itu secara langsung bertentangan dengan hukum Islam tentang bagaimana membina keluarga yang Islami dan kebebasan individu.

5. Orang Islam itu suka melakukan kekerasan, teroris

Terorisme tidak dibenarkan dalam Islam. Seluruh isi Al-Qur'an, jika dibaca secara lengkap (tidak sepotong-sepotong), memberikan pesan yang berisi harapan, keyakinan dan kedamaian bagi satu milyar pengikutnya. Pesan yang banyak kita dapatkan dalam Al-Qur'an itu bahwa kedamaian dapat ditemukan dengan kita yakin kepada-Nya dan berbuat adil kepada sesama manusia. Para pemimpin umat Islam dan para ulama banyak berbicara agar umat Islam melawan segala bentuk terorisme dan memberi penjelasan tentang kesalahpahaman atau pemutarbalikkan fakta yang terjadi.

6. Islam tidak toleransi terhadap pengikut agama lain

Melalui Al-Qur'an umat Islam diingatkan bahwa mereka bukan satu-satunya umat penyembah Tuhan. Kaum Yahudi dan Kristen dalam Al-Qur'an disebut dengan "Ahli Kitab," yang berarti orang yang sebelumnya telah menerima wahyu dari Allah SWT -- Tuhan yang kita sembah. Al-Qur'an pun memerintahkan kepada umat Islam untuk tidak merusak tempat ibadah tidak hanya masjid namun juga biara, sinagoga dan gereja.

7. Islam mengajak pengikutnya untuk "Jihad" dalam menyebarkan Islam dengan menggunakan pedang dan membunuh semua yang tidak mau mengikutinya

Kata Jihad berasal dari bahasa Arab yang bermakna "berjuang." Makna lainnya termasuk "berusaha," "bekerja," dan "berupaya." Pada dasarnya Jihad adalah usaha untuk mempertahankan agama ketika menghadapi penindasan dan penganiayaan. Bentuk usaha tersebut bisa dengan memerangi setan dalam hati kita atau menentang pemimpin yang diktator. Berusaha dengan menggunakan senjata juga termasuk dalam Jihad namun itu menjadi pilihan terakhir dan "tidak menggunakan pedang dalam menyebarkan Islam."

8. Al-Quran ditulis oleh Nabi Muhammad SAW dan disalin dengan sumber orang Yahudi dan Kristen

Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW selama lebih dari dua dekade, memerintahkan manusia untuk menyembah Tuhan yang Maha Esa dan menjalani hidup sesuai dengan tuntunan-Nya. Al-Qur'an berisi cerita Nabi-Nabi seperti dalam Injil karena para Nabi dalam kitab Injil itu pun mengajarkan wahyu Tuhan.
Cerita-cerita yang ada bukan hasil salinan dari orang Yahudi atau Kristen namun memang ada tradisi yang berkembang di mereka yang kita dapat pelajari.

9. Shalat dalam Islam hanya sekedar ritual belaka tanpa dilakukan dengan sepenuh hati

Shalat adalah saat dimana kita berdiri menghadap Tuhan dan mengungkapkan keyakinan, bentuk rasa syukur atas segala nikmat-Nya dan memohon petunjuk serta meminta ampunan. Selama shalat, seseorang menjadi rendah hati, tunduk dan hormat pada Tuhannya. Dengan kita membungkuk dan sujud ke tanah/bumi, kita ungkapkan kerendahan diri kita di hadapan-Nya.

10. Bulan sabit adalah simbol universal Islam

Umat Islam di masa awal tidak pernah memiliki simbol. Di zaman Nabi Muhammad SAW, kafilah-kafilah dan tentara-tentara Islam menggunakan bendera berwarna yang sederhana (biasanya berwarna hitam, hijau atau putih) agar mudah dikenali. Simbol bulan sabit dan bintang digunakan setelah beratus-ratus tahun kemudian dan itu tidak ada kaitannya dengan Islam sama sekali sampai digunakan oleh Kesultanan Ottoman pada bendera mereka.


Hukum Menggunakan Parfum Beralkohol di Pakaian

Terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama tentang penggunaan parfum yang mengandung alkohol. Pendapat paling umum adalah hal tersebut tidak berbeda dengan penggunaan alkohol atau lainnya yang memabukkan. Namun sejumlah ulama-ulama modern menanggapi masalah ini dengan berbeda: mereka berpendapat penggunaan parfum beralkohol hukumnya boleh dengan beberapa alasan:

1) Kandungan alkohol di parfum seperti itu kecil sekali; dan yang seperti itu, diperbolehkan; ini berbeda dengan khamar (yang haram hukumnya) yang semata-mata dibuat agar memabukkan. Kandungan alkohol dalam parfum terjadi akibat perubahan kimiawi; dan yang seperti itu sama dengan kandungan alkohol yang ditemukan pada beragam makanan yang difermentasi; dan tidak ada yang mengharamkan makanan seperti itu. Perlu juga diketahui beberapa ulama mazhab berpandangan bolehnya nabidh. Nabidh adalah minuman berfermentasi yang tidak terlepas dari zat alkohol; pembeda antara khamar dan nabidh adalah kadar fermentasi dan sejauh mana dapat mengakibatkan mabuk pada penggunanya.

2) Parfum-parfum tersebut digunakan hanya ketika di luar saja; kebanyakannya akan menguap saat bersentuhan dengan udara.

Oleh sebab itu tidak perlu terlalu kaku dalam masalah ini. Jika ada seseorang yang tetap ingin mengikutin pendapat bahwa parfum di alkohol itu haram, maka yang terbaik adalah menghindarinya. Namun dia tidak boleh memaksakan pandangannya kepada mereka yang menggunakan parfum beralkohol.

Perlu saya tambahkan dan tekankan: fleksibilitas tentang parfum beralkohol ini tidak dapat diperluas untuk masakan yang dimasak menggunakan anggur atau alkohol. Anggur atau alkohol di dalam masakan hukumnya tetap tidak diperbolehkan dan itu adalah masalah yang berbeda.