Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2011

Kegagalan Kunci Kesuksesan

Ketika kita diberi tanggung jawab oleh guru ataupun atasan kerja kita, yang pertama kali ada dalam pikiran kita adalah apakah kita mampu untuk melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Selain itu kita juga sering kali berpikir apakah hasil akan baik dan sesuai dengan yang dinginkan. Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang mewakili ketidakyakinan atau dengan kata lain ketidakpercayaan diri kita dalam melakukan segala hal.

Ketidakyakinan kita itu terasa sangat nyaring terdengar di benak kita, apakah kita akan menyerah dan berhenti untuk mencapai sebuah tujuan? Atau bahkan kita memilih untuk tidak melakukan kegiatan apapun?

Pertanyaan-pertanyaan ini jelas menunjukkan bahwa anda merupakan orang yang mudah menyeraha. Padahal, orang-orang yang sukses merupakan orang yang tidak pantang menyerah dan tidak takut akan kegagalan dan berani mengambil segala resiko. Bahkan, orang-orang yang sukses seringkali memilih suatu hal yang beresiko tinggi, karena mereka yakin bahwa suatu yang beresiko tinggi akan membuahkan hasil yang luar biasa yang tentunya jauh lebih besar dari pada memilih sesuatu yang resikony yang rendah atau bahkan tidak ada resikonya sama sekali.

Mereka tidak takut akan gagal. Tidak ada dalam kamus orang-orang sukses bahwa kegagalan membuat segala sesuatunya menjadi masalah. Bahkan akan membuat masa depan menjadi berantakan. Tidak ada sama sekali hal itu dalam benak orang-orang yang sukses. Bagi mereka, kegagalan merupakan bentuk pengalaman yang berharga. Kegagalan merupakan guru paling berharga untuk meraih sebuah kesuksesan.

Oleh karena itu, marilah dari sekarang kita membiasakan diri untuk berani dalam bertindak dan tidak takut akan membuat kesalahan. Jangan takut pula untuk berpendapat karena dalam kaitannya dengan pendapat seseorang, tidak ada ide atau pemikiran seseorang yang salah. Asalkan masuk akal, semua ide atau pemikiran dapat dibenarkan.

Semangatlah dalam melakukan segala sesuatu. Jangan takut apa yang kita perbuat akan salah. Jangan takut pula bahwa apa yang akan dan telah kita lakukan akan gagal. Apabila benar hasil yang kita capai gagal, maka jadikan kegagalan itu sebagai pelajaran bagi kita sehingga di lain kesempatan kita bisa memperbaiki langkah-langkah yang mungkin tidak sesuai.

Ingat, bahwa kegagalan adalah suatu bentuk kesuksesan yang tertunda. Maka, kita jangan takut jika mendapatkan suatu kegagalan dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan.

Terus semangat buat kalian semua, semoga apa yang anda impikan dan inginkan bisa tercapai dan mudah untuk mendapatkannya. Amien

Sedikit cerita tentang sebuah usaha untuk berhasil dari saya, semoga bisa bermanfaat buat kalian pembaca sekalian.

Sabtu, 05 Februari 2011

10 Tips Menjadi Seorang Pemimpin Sukses

Hanya ada dua pilihan dalam hidup ini: memimpin atau dipimpin. Menjadi bawahan atau atasan. Jika Anda memilih untuk jadi pemimpin, berarti Anda ingin diikuti. Sebaliknya, ketika Anda secara sadar memilih menjadi bawahan, maka Anda secara otomatis akan menjadi pengikut. Jadi, bagaimana? Tentukan pilihan Anda sekarang juga. Karena, jika Anda enggan jadi pemimpin, orang lain yang akan maju. Jika Anda enggan ke depan, orang lain yang akan memimpin. Karena itu, segeralah jadi kepala. Jika tidak, Anda akan menjadi ekor seumur hidup.

Masalahnya,"Menjadi pemimpin itu tidak mudah," pikir sebagian orang. Atau, "Memimpin diri sendiri saja susah, apalagi memimpin orang lain?" keluh sebagian orang lainnya. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga berpikir demikian? Jika tidak, selamat! Anda layak untuk maju. Jika jawaban Anda ya, sebaiknya Anda bergegas untuk membenahi diri. Pilihan menjadi bawahan seumur hidup, bukanlah alternatif terbaik bagi Anda. Lantas, bagaimana menjadi pemimpin yang baik? Ayo, mari kita saling berbagi. Anda boleh mencoba 10 jurus ampuh menjadi pemimpin. Boleh jadi, Anda tidak cocok dengan jurus-jurus yang saya tawarkan. Coba saja! Toh, jika Anda gagal, setidaknya Anda sudah mencoba. Teddy Rosevelt pernah menyatakan, "Ia yang tidak membuat kekeliruan, tidak akan membuat kemajuan."

So, coba saja! Jangan takut salah. Jangan takut jadi pemimpin. Tidak perlu sibuk bertanya kiri-kanan, "Apakah saya punya bakat jadi pemimpin?" Ingat, tidak ada satu pun orang yang terlahir sebagai pemimpin. Nah, ini dia 10 jurus ampuh menjadi pemimpin.

1. Berani Belajar. Menjadi seorang pemimpin, berarti memilih secara sadar untuk terus belajar. John Wooden, seorang pelatih basket ternama, berpesan kepada kita, "Yang penting adalah apa yang Anda pelajari setelah mengetahui semuanya." Bagaimana jika seseorang telah meraih posisi puncak di perusahaannya, masihkah harus tetap belajar? Jawabannya singkat: ya. Boleh jadi, Anda masih perlu belajar tentang bagaimana meningkatkan pendapatan Anda, atau tentang bagaimana memimpin bawahan yang gemar menantang atasan. Jadi, meskipun Anda telah mencapai posisi yang diinginkan, sekalipun Anda telah mendapatkan kedudukan yang didambakan, Anda harus tetap belajar. Termasuk belajar dari bawahan Anda, atau belajar dari orang-orang yang Anda pimpin.

2. Belajar berinisiatif. Tanpa inisiatif, Anda tak akan berkembang. Tak akan ke mana-mana. Tak akan mencapai puncak. Boleh jadi Anda sudah mapan, sudah nyaman pada posisi yang Anda duduki saat ini. Tapi, jika Anda terus-terusan berpuas diri, Anda bisa digusur orang lain. Jadi, teruslah mengasah inisiatif Anda.

3. Belajar disiplin. Telisik diri Anda. Apakah Anda selalu datang ke kantor tepat waktu? Apakah Anda termasuk tipe orang yang menghargai waktu? Apakah Anda sering menepati janji? Ya, disiplin adalah kunci sukses menjadi pemimpin. Ingat, orang pertama yang Anda pimpin adalah diri sendiri. Jika Anda gagal memimpinnya, bagaimana mungkin Anda memimpin orang lain?

4. Belajar membangun kompetensi. Orang yang memiliki kompetensi yang tinggi, akan melangkah lebih jauh. Untuk menjadi seorang pemimpin, Anda harus memiliki jurus ini: Kompetensi. Jika Anda membangun, Anda akan mendapatkannya. Untuk memilikinya, Anda harus terus belajar, terus tumbuh, dan terus memperbaiki diri. Willa A. Fester mencerahkan kita dengan pesannya, "Kualitas tidaklah pernah merupakan suatu kebetulan. Kualitas merupakan hasil dari tekad yang bulat, upaya yang tulus, dan kerja keras."

5. Belajar berkomunikasi. Anda tidak mungkin mengungkapkan kebutuhan perusahaan, jika Anda tidak bisa mengomunikasikannya. Anda tidak mungkin menyuruh, jika Anda susah menyuarakannya. Anda tidak mungkin meminta, jika Anda tidak sanggup menyuarakannya. Demikianlah, Anda butuh komunikasi. Karena, Anda tidak bisa menjalankan perusahaan yang Anda pimpin, menggerakkan orang-orang yang Anda pimpin, jika Anda tidak terampil berkomunikasi.

6. Belajar membangun integritas. Saya yakin, Anda memiliki integritas diri sebagai karakter, kepribadian, dan gaya hidup Anda. Kejujuran, keteguhan hati, ketulusan, dan keramah-tamahan adalah integritas Anda. Karenanya, Anda pantas menjadi pemimpin. Anda layak menjadi panutan. Karena pemimpin yang baik adalah sekaligus bisa menjadi teladan.

7. Belajar membangun hubungan yang harmoni. Menjadi pemimpin tidak berarti menguasai. Malah, bisa jadi, berarti melayani. Menjadi pemimpin tidak selalu memaki-maki. Malah, kalau perlu, memberikan motivasi dan menyuntikkan semangat. Meminjam istilah Mawell, "Orang tidak peduli seberapa banyak yang Anda ketahui, hingga mereka tahu seberapa jauh Anda peduli." Atau, mungkin Anda perlu menyimak fatwa Ma'ruf Mushthofa Zurayq, "Kita sering dipisahkan oleh batasan, karena kita lebih rajin membangun dinding, bukan jembatan."

8. Belajar mendengarkan. Suatu ketika, Wodrow Wilson, mantan Presiden Amerika Serikat, menyatakan bahwa, "Telinga seorang pemimpin harus mampu menangkap suara orang banyak." Jika Anda berniat menjadi pemimpin yang baik, maka jadilah pendengar yang baik. Buka telinga Anda. Simak baik-baik. Jika Anda mendengarkan bisikan-bisikan karyawan Anda, maka Anda tidak akan mendengarkan teriakan-teriakan mereka.

9. Belajar bertanggung jawab. John C. Maxwell, pada satu kesempatan menuturkan, "Seorang pemimpin dapat melupakan apa pun, kecuali tanggung jawab akhir." Ya, seorang pemimpin adalah penanggung jawab. Ketika anak buahnya melakukan kesalahan, bahkan yang berakibat fatal, ia tidak akan menumpahkan semua kesalahan kepada karyawannya itu. Alih-alih mencari kambing hitam, pemimpin yang baik malah sibuk introspeksi: Mengapa karyawan saya melakukan banyak kesalahan? Pemimpin yang bijak adalah biasa merangkul. Bukan menyudutkan!

10. Belajar menyelesaikan masalah. Masalah bukan untuk dihindari, melainkan untuk diselesaikan. Ukuran sukses Anda ditentukan oleh seberapa hebat Anda menuntaskan persoalan yang menimpa. Takaran kehebatan Anda memimpin ditentukan oleh seberapa dahsyat Anda menyelesaikan masalah yang Anda hadapi.

Nah, jika Anda telah menguasai jurus-jurus di atas, tunggu apalagi? Saatnya Anda beraksi. Anda bisa.

Efek Berfikir Negatif

Ketika kita sedang menghadai suatu masalah dan kita belum bisa untuk meyelesaikannya, putus asa dan kemarahan menyelimuti pada diri kita. Tidak henti-hentinya kita berusaha untuk mencari jalan keluar masalah itu, tapi ternyata belum juga membuahkan hasil. Dan akhirnya yang terjadi pada diri kita adalah kita berfikir negatif dan tidak optimis dalam menjalani hidup. Kita sebagai manusia pasti pernah mengalami kemunduran pribadi,dan sering kali membuat kita berfikir negatif. sebenarnya tanpa kita sadari berfikir negatif berdampak pada kehidupan kita, baik buruk ataupun baik, kita tak pernah menyadarinya.

Berdasarkan beberapa penelitian ilmiah disimpulkan bahwa berpikir negatif memberikan pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positifnya. Salah satu pengaruh berpikir negatif adalah melemahkan sistem kekebalan tubuh. Berpikir negatif juga menyebabkan seseorang tertekan dan kehilangan banyak energi. Dampak yang lebih buruk dari berpikir negatif adalah mengakibatkan seseorang tidak mampu lagi berbuat sesuatu untuk menciptakan prestasi maupun kebahagiaan.

Kisah asmara sepasang muda-mudi berikut ini menjelaskan bagaimana pikiran yang negatif menyebabkan kisah asmara itu kandas begitu saja. Tragedi itu bermula ketika pemuda tersebut harus pergi berjuang ke medan perang. Pada saat menghadapi peperangan, kaki kanannya putus terkena bom. Ia merasa tidak lagi pantas memiliki gadis pujaan hati karena cacat kaki.

Terpaksa ia meminta bantuan temannya agar memberitahu kekasihnya itu bahwa ia sudah gugur di medan peperangan. Pasca kejadian itu, ia justru melalui hari-hari dengan keputusasaan, karena ia masih sangat mencintai wanita itu. Hingga suatu ketika ia mendengar bahwa mantan kekasihnya akan segera menikah.

Pemuda tersebut merasa senang bercampur sedih. Di satu sisi ia senang kekasih hatinya sudah dapat menemukan pengganti, tetapi ia sedih karena kekasihnya akan segera menjadi milik orang lain. Pemuda tersebut ingin melihat mantan kekasihnya tersenyum bahagia. Ia sengaja datang pada acara pernikahan dan terus memperhatikan wanita itu secara diam-diam.

Tetapi ia sangat terperanjat ketika melihat calon suami kekasihnya itu. Sebab pria itu adalah teman seperjuangan yang terputus kedua kakinya akibat perang. Pemuda tersebut sangat menyesal mengapa dulu ia berpikir negatif dan terburu-buru memutuskan untuk mengundurkan diri karena kakinya terputus satu. Mengapa ia tidak menemui kekasihnya terlebih dahulu dan menanyakan secara langsung? Tetapi semua sudah terlambat, pemikiran negatif hanya meninggalkan penyesalan.

Kisah tersebut sebenarnya menegaskan bahwa kita seharusnya memikirkan kemungkinan terbaik terlebih dahulu, sebelum memikirkan kemungkinan terburuk. Sebab apa yang terjadi di depan nanti mungkin jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. Semoga kita mempunyai satu kesamaan pendapat bahwa berpikir positif itu jauh lebih menguntungkan.

Karena itu budayakan berpikir positif dalam hidup Anda. Kemampuan berpikir positif terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang positif pula. Berikut ini merupakan tips mengkondisikan diri agar setiap saat berpikir positif.

Tips yang pertama adalah mengurangi informasi negatif. Mungkin Anda cenderung lebih sering mendengar berita tentang tragedi maupun tindak kejahatan, penindasan, penyelewengan dan lain sebagainya. Tetapi berita tentang keharmonisan, kepedulian, kejujuran dan cinta kasih seringkali luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurangi informasi tentang hal-hal yang negatif.

Pada saat yang sama, konsumsi berita-berita yang membangkitkan optimisme. Ada baiknya jika Anda berusaha bergaul hanya dengan orang-orang yang secara pasti memberikan masukan positif terhadap cara berpikir. Brian Tracy mengatakan, “Get around the right people. Associate with positive, goal-oriented people who encourage and inspire you. – Bergaulah dengan orang yang tepat. Bekerjasamalah dengan orang yang positif, yang berorientasi kepada hasil, mereka yang membangkitkan semangat dan menginspirasikan banyak hal kepadamu.” Dengan demikian, lambat laun cara berpikir Anda akan lebih positif.

Tips yang kedua adalah memfokuskan diri hanya kepada hal-hal yang positif. Dalam hal ini Anda dituntut untuk lebih mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa. Daripada memikirkan tentang sesuatu yang hilang dalam hidup, akan lebih baik bila Anda membuat daftar anugrah Tuhan YME yang membuat Anda merasa lebih bersyukur.

Contohnya jika Anda sedang kesal atas kemalangan yang menimpa, mungkin berupa ban kempes, macet, pekerjaan belum beres, kehilangan dan lain sebagainya. Daripada terus memikirkan kemalangan itu, apakah tidak sebaiknya Anda merenungkan betapa besar anugrah Tuhan Yang Maha Esa, karena keajaiban kerja milyaran sel dalam tubuh Anda. Anugerah itu memungkinkan Anda tetap bernafas, melihat, mendengar, dan lain sebagainya. Pada saat itulah, Anda akan dapat merasakan bahwa kemalangan yang sedang Anda alami tidaklah seberapa dibandingkan anugrah Tuhan YME. Sehingga Anda dapat berpikir positif lagi dan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Tips selanjutnya adalah menerima kejadian apa adanya dan menghilangkan kesan negatif atau trauma. Namun jika trauma itu benar-benar sulit dihilangkan, bukan berarti itu merupakan tanda-tanda kelemahan Anda. Cobalah sekali lagi memikirkan solusi-solusi konstruktif dan melakukan sesuatu yang memudahkan usaha Anda melupakan segala trauma atau kesan negatif.

Sebaiknya praktekkan beberapa tips tersebut minimal dalam kurun waktu satu bulan. Pada saat itu Anda dapat menilai bahwa cara berpikir sangat menentukan apakah Anda mampu memperoleh hasil negatif ataukah positif. Kata Zig Ziglar, “It's not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that's important. – Bukan persoalan situasinya yang tidak tepat, yang terpenting adalah bagaimana kita mereaksi atau merespon situasi tersebut.” Pada saat yang sama Anda akan dapat menilai apakah benar berpikir positif sangat memudahkan Anda menjalani kehidupan ini? Setelah itu barulah Anda boleh memutuskan untuk berpikir negatif ataukah berpikir positif saja. Saya sangat yakin Anda mengerti mana yang harus dipilih!

Keterpurukan Bukan Akhir Dari Segalanya

Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangkit kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan.”
~ Joseph Sugarman

Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan. Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja menyeret kita dalam keterpurukan. Bila kita melihat ke sekeliling, begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya.

Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri. Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang harus diperbaiki, kembali menyusun dan melaksanakan rencana dengan lebih baik.

“Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn what doesn’t work; and second, the failure gives you the opportunity to try new approach. – Ingatlah 2 keuntungan yang kita peroleh dari kegagalan. Yang pertama adalah mempelajari apa yang tidak berjalan dengan baik; dan kedua adalah menjadi kesempatan bagi kita untuk mencoba pendekatan baru,” kata Roger Van Oech.

Menurut Roger, tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali, Henry Ford, Bill Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, dan lain sebagainya, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan.

Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:

1. Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.
2. Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.
3. Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan.

Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental yang kuat.

Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan tertinggi. “Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fail. – Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal,” cetus Confucius.

Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal, dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras.

Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami? Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan, kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik. Dengan demikian Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi manusia yang lebih mulia atau belum.

Jumat, 04 Februari 2011

Belajar Menerima Kenyataan Meski Terasa Sakit

Impian, harapan, selalu diharapkan untuk menjadi suatu kenyataan.

Tantangan , cobaan, deraan, hinaan, selalu menjadi aral yang akan dihadapi untuk pencapaian kenyataan .

Kekuatan, ketabahan, kesabaran selalu akan menjadi tameng diri untuk bisa menerima kenyataan

Ketawakalan dan keikhlasan akan menjadi akhir dari suatu kenyataan.

Harus, harus dan harus

Tanpa ikhlas , akan lelah dirimu untuk terus mendumel

Tanpa Tawakal, akan letih jiwamu mencari dan terus bertanya

Kata orang, banyak jalan menuju Roma, ya jelaslah… Roma kan jauh…. Yg jelas aja nih, buat menuju pasar yg berjarak cuman 5 kilo pun bisa ditempuh dgn ratusan cara, apalagi Roma…. (intermezzo dikit ahhh)

Apalagi buat mencapai harapan dan keinginan… beribu cara mungkin bisa ditempuh, dan bukan ga mungkin cara yg ditempuh akan melalui cara yg unpredictable dan mungkin juga ternyata menyakitkan.

Lalu.. wajarkah bila kita tidak sadar bahwa itulah salah satu jalan itu,

Lalu kita merasa terhina dan tersinggung dengan apa yang menimpa diri kita?

Lalu diujung sempat terlintas , kenapa Tuhan memberi cobaan lagi..? Kenapa harapanku yang simple saja begitu sulit untuk terlaksana?

Tapi kita makhluk Tuhan yang berakal, yang memiliki iman yang tidak sedangkal itu untuk bersuudzon pada Tuhan

Tenangkan pikiran, mengadulah padaNYA

Insya Allah diberi jawaban…

Dan ya.. mungkin ini adalah salah satu jalan pahit untuk menggapai harapan

Mungkin ini adalah salah satu jalan agar aku bisa berhijrah

Jalan yang pahit ini harus diterima dengan sabar

Jalan yang pedih ini harus diikhlasi

Dan tetap keyakinan bahwa pasti selalu ada hikmah dari semua kejadian

Dan hanya bisa berharap semoga kenyataan segera terlaksana

Ya.. semua harus dijalani dengan keikhlasan…

Ikhlas …. Sering dipertanyakan …

Kata temanku, itu memang Cuma 6 huruf yang gampang diucapkan

Tapi kenyataannya apakah ada orang yang bisa benar2 melaksanakannya

Apakah disaat seorang yang kamu cintai diambil darimu tanpa sebab dan begitu tiba tiba lalu kamu bisa mengikhlaskannya

Apakah disaat seorang yang kamu sayangi direnggut darimu dengan cara yang tidak disangka lalu kamu bisa merelakannya,

Apakah disaat pekerjaanmu dipertanyakan orang dan dirimu difitnah lalu kamu bisa mendiamkannya

Apakah disaat orang menggunjingkanmu , lalu kamu bisa menerima dengan diam??

Lalu sampai dimana batas keikhlasan kita…

Apakah ada batas dari suatu keikhlasan …. Itu yang aku tanyakan

Karena bagiku, ikhlas ya ikhlas… ga usah dipikirin lagi, ga usah dipertanyakan lagi.. kamu harus bisa melepas, merelakan semua.

Saat anakmu sakit, ya ikhlas aja, dijalani, dicari jalan keluar, ga usah berburuk sangka pada siapapun

Saat orang yang kamu cintai meninggal, ya ikhlas saja, karena umur hanya sementara, dan kapanpun kita bisa meninggal kok, tinggal nunggu waktunya saja

Saat orang memfitnah kita, ya ikhlas saja, emangnya kamu harus gembar gembor membela diri? … time will tell the truth

Saat pekerjaan mu diambil orang , ya ikhlas saja, mungkin ditempat yang baru kamu malah bisa lebih tenang

Menjalaninya memang ga mudah…

Tapi ya mo gimana lagi

Walau sakit tetap harus dilewati

Jadi… ya belajar terus lah untuk menerima kenyataan, walaupun dengan jalan yang menyakitkan….